Sebelum anda berusaha untuk membaca ini lebih jauh, saya anjurkan untuk membaca bismillah dan menguatkan mata anda agar tidak kelilipan karena tulisan tulisan di blog ini meruapakan tulisan hasil ekskresi otak yang gak karuuan dan saya pun gak tau punya otak apa enggak, serta jangan panik, maka berdoalah sebelum membaca hasil coretan iseng ini

Rabu, 28 Desember 2016

Love in Path (Bagian 3)

“Sabda rinduku aku memelukmu,
Remukkan lara dalam dekapan
Takkan usai, dawai rinduku takkan usai
Sungguh Mon Amour, engkau renjana”

Jumat, 6 Mei 2016

Bait lagu dari Glenn aku dengarkan pada pagi itu. Sambil menyiapkan pakaian PDH yang akan aku pakai nanti, lantunan lagu romance Glenn aku sengaja setel biar mood dari pagi uda oke.

Senin, 26 Desember 2016

Sebuah Nama, dan Kenangan

Sebuah obrolan panjang pada Senin malam membuka semua memori yang sudah hampir tertutup. Memori yang bisa aku bilang indah dan sangat pengen aku kenang. Aku tulis ini bukan tanpa tujuan. Aku tulis ini bukan untuk belas kasihan. Aku tulis ini hanya untuk mengingatkan. Bahwa kamu, permaisuri yang sudah lama aku dambakan, telah mulai hilang. Dan kamu tegaskan. Bahwa permatamu memang sudah tidak ada Lih.

Minggu, 25 Desember 2016

Write to Remember

Sabtu, 24 Desember 2016.

Pada pagi hari, aku bangun dengan rasa bugar. Rileks dan tidak ada tekanan. Aku sekarang sudah ada di Surabaya, cuti natal tahun baru. Bonus dari kesatuan untuk para siswa menghabiskan waktu dengan keluarga dan refreshing sebelum nanti masuk kawah pendidikan lagi.

Pagi hal yang aku lakukan seperti biasa, aku menuju depan teras rumah. Disana sudah ada ayahku yang duduk sambil baca Koran. Beliau baca Koran sambil satu kaki di angkat dan diletakkan di atas kaki satu nya. Aku duduk di sebelahnya dan mulai pembicaraan.

Senin, 04 Juli 2016

Love in "Path" Bagian 2

Sabtu sore ini terlihat sama seperti Sabtu sebelumnya. Jam 3 Sore saya sudah rapih mengenakan pakaian PDPM (Pakaian Dinas Pesiar Malam). Saya bersiap untuk pesiar Malam Minggu. Dengan setelan Jas Biru dengan bawahan Biru serta dasi Biru juga membuat semua siswa Sekbang nampak gagah dan berwibawa. Saya juga. Kami mengenakan Pakaian PDPM hanya saat pesiar sore dan apabila ada acara khusus seperti upacara, atau pesta. 

Minggu, 12 Juni 2016

Love in "Path" (Bagian 1)


Jogja. Kota pelajar. Kota yang sangat unik dan menarik. Pantas, Jogja dijadikan destinasi berlibur turis lokal dan  mancanegara. Mungkin saya sudah cerita, kenapa sekarang saya ada di Jogja. Saya sedang belajar. Belajar selama 3 tahun di Jogja, di Sekolah Pilot Militer di Lanud Adi Sutjipto. Well, Jadi Taruna dan Siswa Sekbang (Sekolah Penerbang) memang menguras energi. Capek belajar, capek kegiatan. Banyak tuntutan, banyak juga kewajiban. 

Terkadang, hari hari saya di Jogja ini berlalu begitu lambat. Tapi, saat weekend tiba, hari terasa begitu cepatnya. Saya berasa hanya mengejap mata sebentar tapi, saat terbangun hari sudah senja saja. Hari 
Minggu memang hari nya Taruna untuk beristirahat. Motivasiku untuk tetap semangat dalam kehidupan seperti ini hanya Orang tua ku. Mendengar suara ibu saya “Lih, jaga kesehatan. Kapan pulang?” Seperti Charge untuk saya. Pemberi semangat, pemberi motivasi, pemberi dana juga tentunya. Hehe.

Teman-teman saya juga melakukan hal yang sama. Menelfon orang tua, sahabat, teman dan pacar. 

Katanya biar ada motivasi dan lebih semangat.