Sebelum anda berusaha untuk membaca ini lebih jauh, saya anjurkan untuk membaca bismillah dan menguatkan mata anda agar tidak kelilipan karena tulisan tulisan di blog ini meruapakan tulisan hasil ekskresi otak yang gak karuuan dan saya pun gak tau punya otak apa enggak, serta jangan panik, maka berdoalah sebelum membaca hasil coretan iseng ini

Minggu, 25 Desember 2016

Write to Remember

Sabtu, 24 Desember 2016.

Pada pagi hari, aku bangun dengan rasa bugar. Rileks dan tidak ada tekanan. Aku sekarang sudah ada di Surabaya, cuti natal tahun baru. Bonus dari kesatuan untuk para siswa menghabiskan waktu dengan keluarga dan refreshing sebelum nanti masuk kawah pendidikan lagi.

Pagi hal yang aku lakukan seperti biasa, aku menuju depan teras rumah. Disana sudah ada ayahku yang duduk sambil baca Koran. Beliau baca Koran sambil satu kaki di angkat dan diletakkan di atas kaki satu nya. Aku duduk di sebelahnya dan mulai pembicaraan.


“Yah, udah sarapan?”

“Udah, dari tadi. Sejam lagi ikut ayah beli pompa buat kamar mandi belakang. Pompa nya udah mulai bocor terus berisik”

Dalam hati aku nggumam “dari tadi?”

Aku melihat jam tangan ku. Dan ternyata sudah jam 10.00 pagi.

“Iya, aku mau mandi, sarapan dulu”

Aku masih nggak percaya aku bangun se-siang ini. Biasanya di Jogja aku bangun jam 4 pagi. Disini bias se-bablas itu. Itu lah, nggak ada tekanan.

Tapi aku pernah baca, katanya nih, kalau kita sering bangun pagi, bakalan kebiasaan bangun pagi. 
Tapi ini kok nggak ya. Udahlah.

*dalam perjalanan membeli pompa*

Ayahku yang sedang menyetir mobil mencoba membuka pembicaraan dengan aku. Dia menanyakan tentang bagaimana sekolah dan pendidikan ku disana. Seiring sekarang aku sudah mulai masuk bina terbang. Alias aku udah terbang tiap hari. Pertanyaan klise dia tanyakan. Aku pun juga menjawab seadaanya. Sampai akhirnya, suasana mobil hening. Dan aku tertidur.

*perjalanan pulang*

Dalam perjalanan pulang agak berbeda, aku mulai aktif bercerita. Aku bercerita banyak ke ayahku. Ini pertama kalinya aku pulang ke Surabaya setelah awal bulan Mei 2016. Aku pun bercerita semuanya. Semuanya. Dari mulai terjun para dasar ku Bandung, sampai perkembangan jam terbang ku di akhir bulan Desember.

Setelah bercerita dengan ayahku. Aku baru sadar, aku punya banyak sekali cerita. Apa yang terjadi kalau aku lupa detail dari cerita-cerita ku ini. Nanti, apa yang ingin aku ceritakan ke anakku. Padahal, pengalaman bapaknya luar biasa banyak.

Kemudian aku buka hp, dan aku buka blog ku. Postingan terakhir ku udah lama banget. Sepertinya, kalau aku bercerita disini, akan terus ada ceritaku. Dan akan terus bisa dibaca.

Sesampai di rumah, aku ambil laptop milik adiku. Aku buka dan aku tancapkan charger di bagian kiri laptop. Saat laptop menyala, aku mulai tidak sabar untuk segera menulis. Adikku sedang keluar bersama temannya. Aku yakin dia juga nggak keberatan kalau aku pinjam sebentar.

Pandangan mata ku terus melihat logo windows yang berputar-putar. Sambil menunggu loading, otakku sudah berputar-putar juga. Mulai berpikir aku harus start dari mana. Saat laptop sudah bisa aku gunakan. Ternyata terkunci. SHIT!!!

Well, tunggu adikku pulang.

*****

Beberapa bulan blog ini sama sekali ngak kesentuh. Banyak efeknya, mulai cerita “Love in Path” yang ngadat dan bersambung. Dan banyak cerita yang belum aku ceritain disini. Ini bukan karena aku males nulis dan bercerita disini, aku cuman nggak sempet aja. Pengen gitu kayak dulu, nulis tiap dini hari, nge post ketika ada pengalaman baru. Biar gak lupa nanti kalau udah tua. That’s why tulisan ini aku kasih judul “Write to Remember”. Karena aku pernah baca disalah satu blog temanku, dia bilang kalau dia menulis untuk dia ingat. Sepertinya aku juga kayak gitu.

Saking banyaknya yang pengen aku tulis, aku bingung harus start dari mana. Apa harus aku tulis semua? Harus!!! itu jawabnya.

Urutan cerita yang macet yang harusnya tertulis di Blog ini adalah.
  • -          Lanjutan “Love in Path” Bagian 3
  • -          Kegiatan waktu aku kursus terjun payung dasar di Bandung selama 1 bulan
  • -          Menemukan dambatan hati baru di Jogja. Yang notabene dia beda usia 5 tahun dengan aku
  • -          Masuk bina terbang


Banyak banget kan ya. Aku harap nantinya nggak aka nada kejadian kayak gini, tapi kan semua itu fleksible. Kesibukan ku disana juga bisa aja menghalangi keinginan buat nulis lagi. Well, kita lihat aja apa yang terjadi. Mumpung aku lagi di Surabaya dan sedikit kegiatan makanya ada kesempatan buat nulis. Aku akan mulai start. Dari sini. Terimakasih. Welcome back!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komen kamu buat saya lebih rajin menulis