Sebelum anda berusaha untuk membaca ini lebih jauh, saya anjurkan untuk membaca bismillah dan menguatkan mata anda agar tidak kelilipan karena tulisan tulisan di blog ini meruapakan tulisan hasil ekskresi otak yang gak karuuan dan saya pun gak tau punya otak apa enggak, serta jangan panik, maka berdoalah sebelum membaca hasil coretan iseng ini

Kamis, 12 Januari 2017

Sajak Untuk Kamu

Senja telah kembali
Senja kemudian pergi
Sebuah ketenangan aku dapati
Sekarang hilang lagi

Apakah senja ini akan berulang?
Tunggu waktu berselang
Dalam rindu semua cinta tertuang
Aku dan senja terbuang


Rasanya. Ada bermacam awan dalam satu langit biru
Terhias putih, hitam, dan abu-abu
Kau tunjuk dan pilih satu
Tanpa rasa jikalau menimang rindu

Seekor kera berdir i dan bangun dari tidurnya
Sebuah pohon tempat ia singgah jatuh ditebang
Dalam mimpi, semua nya bagaikan istana
Ia terbangun kembali dan pergi karena suara sumbang

Disini kamu tentukan senja mu
Bukan senja indah dan oranye pada langitnya
Bukan setitik awan putih jadi hiasnya
Senja hanya sementara.
Senja kamu memang sementara

Ada seorang Gadis muda bergaun ungu                    
Mencari kera yang kemarin singgah dan pergi
Berjalan sendiri dalam hutan hujan tak berpenghuni
Ada! Ada penguhuninya.
Seorang golem dalam dekapan lumut sedang tertidur
Tersadar, hutan hujan ini terlarang.
Sekumpulan teriakan hewan dan ranting ranting terinjak membangunkan sang gegasi
Gadis itu harus pergi

Rumah ini nyaman, bisa tidur dengan tenang
Setiap paruh waktu dia terbangun
Setiap waktu dia terbebani
Ada suara pompa dan sautan ngorok seorang pria paruh baya
Apakah itu yang kamu sebut nyaman?

Nyaman saja, namun bukan itu yang kamu cari

Seolah cinta sudah tidak berkata.
Seolah cinta terlewat hanya karena tradisi di jawa
Kita ini urban
Berbaiklah pada zaman. Temukan jalan dan kera kamu

Seolah cinta sudah tidak berdaya
Seolah cinta hanya tertutup ribuan tipu daya
Seolah cinta sudah tidak lagi bergaya. Berjaya.
Bukan patokan miskin kaya


Tapi semua hanya lah. Tidak atau iya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komen kamu buat saya lebih rajin menulis