Sebelum anda berusaha untuk membaca ini lebih jauh, saya anjurkan untuk membaca bismillah dan menguatkan mata anda agar tidak kelilipan karena tulisan tulisan di blog ini meruapakan tulisan hasil ekskresi otak yang gak karuuan dan saya pun gak tau punya otak apa enggak, serta jangan panik, maka berdoalah sebelum membaca hasil coretan iseng ini

Senin, 06 Februari 2017

Gadis dan Beruang

Alkisah di suatu kerajaan di masa lampau. Hidup seorang putri. Dia hidup dengan bahagia, semua dia dapatkan, harta, mainan, keamanan, kesehatan, kenyamanan dan teman. Setiap hari saat sang putri masih belasan tahun, dia sering berjalan dan bermain sendirian di hutan dekat istana nya. Tenang, di hutan ini aman. Seekor beruang penunggu sudah jinak, bahkan sudah akrab dengan sang putri. Putri merasa bahwa Beruang ini bukan beruang biasa, Dia seperti dapat memahami segala yang dirasakan sang Putri. Layaknya manusia
Putri dan beruang sudah berteman sangat lama. Saking lama nya, Mereka seperti memahami satu sama lain. Saling tau, saling mendengarkan. Walaupun, putri tidak mengerti apa yang di ucapkan beruang secara harfiah, namun, Putri seolah paham apa maksudnya. Hati mereka seolah bertemu tanpa kata pun mereka paham.

Suatu hari, Sang putri seperti biasa, akan bertemu dan bermain dengan beruang sahabatnya. Tak disangka, dalam perjalanan menuju hutan, sang putri melihat sosok pria tinggi dengan seragam serba metal menghiasi badannya. Dalam perawakannya, seperti pria ini adalah ksatria, pembela kebenaran dan menegakkan keadilan. Dengan segala kepercayaan diri dia menunggangi kuda putih layaknya pangeran pada umumnya. Sepatu yang pria itu gunakan cukup bagus, Tidak pernah di jual di pasar di negeri nya. Elegan.

Sang putri yang penasaran menghampiri. Dia takut, seorang pria asing masuk ke Hutan wilayahnya untuk menghancurkan atau mencuri sesuatu. Sebelum mereka bertemu dan berbicara. Mata mereka sudah mendahului saling melihat. Seperti nya tatapan pertama ini memberi kesan. Kesan baik,

Tak ragu pria tersebut menghampiri. Ternyata Pria ini adalah pangeran masyur dari kerajaan seberang.

Selama berminggu-minggu sampai berbulan, Sang putri dan pria asing semakin akrab.  Dalam berbulan mereka merasa adalah pasangan terbahagia di dunia ini. Sampai saatnya, Tak sadar mereka berdua telah yakin dan percaya bahwa mereka harus menikah. Mereka percaya akan bahagia.

****

"Bear,,.. whats wrong with u?!"

Sang putri telah melupakan beruang sahabatnya....

****

Beberapa hari sebelum mereka berdua menikah, Sang Putri melihat keluar dari jendela kamarnya. Terlihat di bawah, di dekat taman bunga, ia melihat beruang sahabatnya sedang menatap ke arah jendela kamarnya. Beruang melihat Putri dengan berdiri tegak dan tanpa melakukan gestur apapun. Sang Putri paham, Ia telah melupakan si Beruang, temannya sejak kecil.

Bergegas sang putri turun dan menuju taman bunga di dekat istana. Beruang nya sudah tidak ada.

Dia mencari kemana-mana, dia mengelilingi taman itu. Taman itu cukup besar, butuh waktu sekitar satu jam untuk mengitari nya. Apa lagi, banyak pohon tinggi dan semak berbentuk labirin di taman tersebut.

Putri kebingungan.

Ia hanya ingin bercerita kalau dia akan menikah sebentar lagi dengan pria tampan dari negeri seberang. Tapi, dia tidak sadar, bahwa Beruang sahabatnya, sudah tau semuanya. Karena, setiap Putri pergi, ia selalu mengikuti, ia hanya ingin menjaga, dan memastikan bahwa sang putri baik-baik saja. Baru-baru ini, si Beruang sudah tidak lagi mengikutinya lagi. Karena dia juga yakin. Pria tersebut baik untuk Sang Putri.

Siang itu, Sang putri masih berusaha mencari dimana beruang. Di hutan, dia berteriak-teriak mencari.

"Bear?!!! Where're you?! I wanna tell you something. Bear......"

Dia masih mencari.

Setelah sekian lama, akhirnya dia menemukan beruang sedang duduk di Hutan tempat mereka biasa bertemu. Dia melihat mimik Beruang seperti bersedih. Ia duduk sendirian di atas batu cukup besar dekat danau tempat mereka biasa bermain dari kecil.

Dari belakang, Putri memeluk beruang tersebut,

Si beruang diam saja. Dan kemudian menatap mata sang Putri.

Dengan senyuman, sang Putri membalas tatapan sedihnya. Akhirnya, Putri pun mulai bercerita. Cerita dari awal dia bertemu dengan calon suami nya sampai akhirnya mereka akan menikah dalam waktu dekat ini.

Beruang mendengarkan sambil menatap mata sang Putri.

Tatapan Beruang kali ini berbeda. Beruang tersenyum, tapi mata terlihat berkaca-kaca. Seolah dia merasa akan kehilangan sahabatnya dari kecil, atau mungkin seperti kehilangan belahan jiwa nya.

"Whats wrong?"

"It's weird, why're you crying?" Putri bertanya.

"Say something?!" Putri terus mendesak

Kemudian, sesuatu yang aneh terjadi. Beruang pun menjawab.

"I love you with all of my heart"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komen kamu buat saya lebih rajin menulis