Sebelum anda berusaha untuk membaca ini lebih jauh, saya anjurkan untuk membaca bismillah dan menguatkan mata anda agar tidak kelilipan karena tulisan tulisan di blog ini meruapakan tulisan hasil ekskresi otak yang gak karuuan dan saya pun gak tau punya otak apa enggak, serta jangan panik, maka berdoalah sebelum membaca hasil coretan iseng ini

Rabu, 27 September 2017

Home

When I had had lunch in the cafetaria, I saw my friend, Aziz walked towards me. and he put his hand on my shoulder. He came with happy face and in his passion. What I can get from his lovely face was He was going to tell me something good. He was so cheerful. He smiled to me. He looked like a man who want to hug his girlfriend beacuse being victim of Long Distance Relationship. Then, All I thought were right. He told me good news.

In order to listen his news well, I stopped my meal and began to listen. I put my spoon on the plate, placed my glass beside it and make sure that it would not be fall down undeliberately. I was ready listening to him.

Senin, 25 September 2017

Chopper Family

Chopper adalah istilah atau callsign untuk para penerbang atau pilot helikopter.

"Welcome!! We are Chopper Family"

Kalimat yang sangat bersahaja di lontarkan oleh Danflight Kami (J-821) Mayor Pnb Zen Muh. Achwan Putra sesaat setelah kami tiba dan menginjakkan kaki di Skadron Udara 7 Helikopter.

Aku yang telah menyelesaikan Bina terbang latih dasar di Yogyakarta dengan pesawat Grob G-120 TP-a buatan Jerman, harus melanjutkan langkah ku dan melebarkan sayapku ke jenjang berikutnya. Di bina terbang latih lanjut di Subang menggunakan pesawat Helikopter EC-120B Colibri. Kenapa dari fixwing ke heli?

Minggu, 24 September 2017

Bertahan sebelum Pergi

Senja dari ufuk barat terlihat memudar ketika Magribh hujan datang. Dari sisi utara kamar ku, aku memandangi warna langit mulai berubah karena gesekan mendung yang menggeser dengan kasarnya. Segelas susu dingin menjadi tidak enak.

Harapan ku ketika Tuhan memberi hujan di saat musim kemarau adalah, semoga hujan ini menjadi berkah. Terkadang, hujan adalah berkah, terkadang hujan adalah musibah. Mungkin, di luar sana, yang meyakini hari itu tidak akan hujan, memutuskan untuk membuat hajatan. Tapi ternyata hujan. Musibah. Well, menurut ku, dari sisi mana pun, hujan tetap lah anugrah maha Kuasa.

Minggu, 10 September 2017

Menetap dan Memilih

Sekitar pukul 09:30 pagi, Agustus 2017 tanggal 31 di Surabaya.

Saat itu aku dan Ardo duduk di ruang tengah rumah nya. Sembari melihat ke arah TV seukuran 31inch yang sedang memutar film karya Raditya Dika. Di ruang tengah hanya ada aku, Ardo dan Dinda yang sedang ke atas untuk sholat. Dinda adalah pacar dari  Ardo. Mereka emang sering main bareng. Bahkan ketika aku pulang ke Surabaya pun saat cuti atau libur dan mengajak Ardo main, Dinda mesti ikut. Mereka berdua tak pernah seminggu pun tidak bertemu. 

Kami nonton Marmut Merah Jambu. Film tahun 2014/5 mungkin. Aku lupa. Yang jelas kami nonton itu.

Minggu, 28 Mei 2017

What If, Rules.

*Kriiiing*

Suara telfon berbunyi dari hp ku yang aku letakkan di atas meja di sudut kamar kos. Hari Sabtu, hari pesiar, hari puasa pertama. Masih semangat, suasana hati masih prima buat puasa. Ramadhan di lembah pendidikan emang nggak kerasa Ramadhannya. Gimana enggak, Kegiatan dan kehidupan sama aja. Yang terbang ya terbang, yang groundschool ya groundschool. Bedanya, kita nggak dapat makan siang. itu aja.

Waktu jam 4 sore an. Aku dengan malas bangun dari tidur siang dan suasana 'pewe' dan mengambil hp buat sekedar ngecek ada pesan atau telfon dari siapa. Sewaktu beranjak, hp sudah aku pegang, dering telfon berhenti. Rupanya Ayah menelfon

Sabtu, 06 Mei 2017

Farewell Grob. Welcome Wongbee, Colibri

Sebuah sore di Lanud Adisutjipto Jogjakarta

Terlihat nama ku di pasang dengan J-761. Aku adalah klotter pertama dari angkatanku untuk melaksanakan Terbang Navigasi Jarak Sedang. Kami akan melaksakan terbang navigasi dari Jogja menuju ke Madiun.

Semua persiapan yang diperlukan sudah siap. Aku pun bergegas menutup buku dan mengambil peta untuk melaksanakan simulasi pada malam hari sebelum penerbangan. Dengan segala percaya diri aku melaksanakan simulasi di lapangan depan kamar.

Tepat jam 22:00 malam. Istirahat....................